Otitis Media Akut (OMA)

DEFINISI
Peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius,
antrum mastoid dan sel-sel mastoid.

ETIOLOGI
1. Adanya mikroba di nasofaring dan faring. Kuman penyebab utama pada
OMA ialah bakteri piogenik, seperti streptokokus hemolitikus, stafilokokus
aureus, pneumokokus. Selain itu kadang ditemukan hemofilus influenza,
euschericia colli, streptococcus anhemolitikus, proteus vulgaris dan
pseudomonas aerogenosa.
2. Haemofillus influenza sering ditemukan pada anak yang berusia dibawah 5
tahun.
3. Adenoid hipertrofi
4. Adenoitis
5. Sumbing palatum
6. Tumor di nasofaring
7. Barotrauma (keadaan dengan perubahan tekanan yang tiba-tiba di luar
telinga tengah sewaktu di pesawat terbang atau menyelam)
8. Sinusitis
9. Rinitis
10.Defisiensi imunologik atau metabolik
11.Keadaan alergik
FAKTOR RISIKO
1. Faktor pertahanan tubuh terganggu. Sumbatan tuba eustachius merupakan
faktor penyebab utama dari otitis media. Karena fungsi tuba eustachius
terganggu, pencegahan invasi kuman ke dalam telinga tengah juga
terganggu. Sehingga kuman masuk ke dalam telinga tengah dan terjadi
peradangan.
2. Infeksi saluran pernapasan atas yang berulang
3. Infeksi yang terutama disebabkan oleh virus, disfungsi tuba eustachi
4. Anak laki-laki
5. Pemasangan lama nasogastric tube
6. Intubasi endotrakea
7. Kemungkinan genetik

EPIDEMIOLOGI
– Dapat mengenai segala usia
– Lebih sering pada bayi dan anak-anak (sering terserang ISPA, lebih mudah
terjadi OMA karena tuba eustachiinya pendek, lebar dan letaknya agak
horizontal)
– Insidensi 47-60% penderita otitis media datang berobat pada usia di bawah
1 tahun
– 60-70% penderita otitis media berusia dibawah 4 tahun
– Penelitian di boston, 13 % penderita otitis media berusia 3 bulan
– Indonesia (1994-1996) insidensi otitis media dilaporkan 3,8%

KLASIFIKASI

Otitis media akut :
1. Stadium oklusi tuba eustachius
Tanda adanya oklusi tuba eustachius adalah gambaran retraksi membran
timpani akibat terjadinya tekanan negatif di dalam telinga tengah, akibat
absorbsi udara. Kadang-kadang membran timpani tampak normal (tidak
ada kelainan) atau berwarna keruh pucat. Efusi mungkin telah terjadi , tapi
tidak dapat di deteksi. Stadium ini sukar dibedakan dengan otitis media
serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi.
2. Stadium hiperemis (stadium pre-supurasi)
Pada stadium hiperemis, tampak pembuluh darah yang melebar di
membran timpani tampak hiperemis serta edema. Sekret yang telah
terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar
terlihat.
3. Stadium supurasi
Edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel
superfisial serta terbentuknya eksudat purulen di kavum timpani,
menyebabkan membran timpani menonjol (bulging) ke arah liang telinga
luar.
Pada keadaan ini pasien tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat,
serta rasa nyeri di telinga semakin bertambah berat.
4. Stadium perfrorasi
Karena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotik atau
virulensi kuman yang tinggi, maka dapat terjadi ruptur membran timpani
dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke telinga luar. Anak yang
tadinya gelisah sekarang menjadi tenang, suhu badan menurun dan anak
dapat tertidur dengan nyenyak.
5. Stadium resolusi
Bila membran timpani tetap utuh, maka keadaan membran timpani
perlahan-lahan akan normal kembali. Bila sudah terjadi perforasi, maka
sekretnya akan berkurang dan akhirnya kering. Bila daya tahan tubuh baik
atau virulensi kuman rendah, maka resolusi dapat terjadi walaupun tanpa
pengobatan. OMA berubah menjadi OMSK bila perforasi menetap dengan
sekret yang keluar terus-menerus atau hilang timbul. OMA dapat tibul
gejala sisa (sequele) berupa otitis media serosa bila sekret menetap di
kavum timpani tanpa terjadinya perforasi.

PENATALAKSANAAN

Umumnya OMA akan sembuh sendiri pada stadium resolusi, namun untuk medikamentosa kita berikan terapi supportif berupa, anti-piretik, analgesik, dan anti-inflamasi

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s