Makan Siang di Luar Hambat Penurunan Berat Badan

Makan di luar memang jadi lebih punya banyak pilihan. Tetapi dengan jajan, kita ternyata jadi lebih sulit menurunkan berat badan, ketimbang jika kita makan di rumah (atau makan makanan rumahan), demikian hasil penelitian dari Hutchinson Centre’s Prevention Centre.

Jajanan yang tersedia di luar kebanyakan memang tidak banyak memberikan pilihan yang sehat. Entah dari bahan bakunya, atau dari cara mengolahnya. “Makan di restoran biasanya membuat kontrol kita jadi berkurang terhadap bahan-bahan yang digunakan maupun metode memasaknya, porsinya pun seringkali lebih besar,” ujar Dr Anne McTiernan, pemimpin studi dari Hutchinson yang juga anggota dari Public Health Sciences Division.

Perempuan yang makan siang di luar sedikitnya satu kali dalam seminggu cenderung kehilangan berat badan 2,2 kg lebih sedikit daripada perempuan yang memilih untuk makan di rumah. Tak heran, makan siang di luar dianggap sebagai masalah terbesar dari kegagalan menurunkan berat badan.

Para peneliti juga menekankan hal-hal sederhana yang bisa membantu menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan normal. Selain menghindari makanan ala restoran, juga membuat jurnal makanan, dan memastikan kita tidak melewatkan waktu makan. Ketiganya lebih efektif ketimbang menerapkan pola diet tertentu.

“Bila menyangkut penurunan berat badan, bukti dari uji coba secara acak dan terkontrol dalam membandingkan pola diet yang berbeda memperlihatkan, membatasi kalori total lebih penting daripada komposisi diet seperti diet rendah lemak atau rendah karbohidrat,” lanjut McTiernan. “Oleh karena itu, tujuan spesifik dari studi kami adalah mengidentifikasi perilaku yang mendukung tujuan global mengenai pengurangan kalori.”

Membuat catatan mengenai apa saja yang kita makan sehari-hari (food diary) secara konsisten akan membuat kita menurunkan bobot 2,7 kg lebih banyak daripada mereka yang tidak membuat jurnal makanan. Sedangkan perempuan yang gemar melewatkan makan justru kehilangan berat 3,6 kg lebih sedikit daripada perempuan yang selalu makan pada waktunya.

Dengan mencatat setiap makanan yang Anda konsumsi, Anda bisa membantu menepati kalori harian yang disarankan. Sulit membuat perubahan terhadap pola makan kita jika kita tidak memberi perhatian pada apa yang kita makan, demikian menurut McTiernan.

Dalam membuat catatan makanan,  kita harus jujur dalam mencatat semua yang kita makan, akurat saat mengukur porsi makanan dan membaca label kemasannya, menambahkan semua detail, dan konsisten dengan selalu membawa jurnal makanan ini.

Tip lainnya dari tim peneliti adalah makan dengan interval yang teratur, dan tidak melewatkan waktu makan. Dengan melewatkan makan, atau berpuasa, kita jadi lebih kepingin mengonsumsi makanan berkalori tinggi belakangan, dan karenanya akan makan lebih banyak kalori secara keseluruhan.

Studi ini melibatkan 123 perempuan overweight hingga obesitas yang menganut gaya hidup tidak aktif. Mereka diminta mengisi kuesioner untuk menilai asupan makanannya, strategi mengontrol berat badan melalui makanan, pengawasan terhadap diri sendiri, dan pola makanannya. Di akhir studi, terlihat bahwa rata-rata perempuan kehilangan 10 persen dari berat badan semula.

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s